PANDEGLANG|Wartanusantara7.com — Ketua Badan Permusyawaratan Desa BPD Desa Citeureup Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Banten menyatakan, pihaknya menginginkan pabrik tahu dan tempe diJalan Raya Citeureup Cibaliung harus ditutup secara permanen. Sebab, ditengarai pabrik tersebut membuang limbah sembarangan di Kali atau sungai yang terkadang dipakai warga setempat. Sehingga, menimbulkan bau tak sedap di kali tersebut.
” Maaf pak, bukanya pak kades sudah mendatangi Pabrik tersebut? kalau tanggapan saya, ketika sudah di datangi dan di kasih saran, tapi tidak ditanggapi ya terpaksa pabrik tersebut harus di tutup, ketika ada keresahan di masyarakat,” katanya Jumat(19/6)
U.Haerudin mengatakan, kalau pun tetap harus berproduksi, harus dicarikan solusinya agar pabrik tersebut tidak lagi membuang limbah ke Kali atau sungai yang terkadang dipakai warga setempat.
Diperkirakan di sepanjang Kali atau sungai ada sekitar 50 rumah warga.
Ditempat terpisah, salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya kepada media mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya berhenti usaha, tetapi dihentikan secara permanen.
” Sebagai masyarakat kami meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menertibkan bahkan menutup semua jenis kegiatan usaha yang tidak taat aturan (tidak berijin) karena Limbahnya dapat mencemarii lingkungan sekaligus membahayakan kesehatan bagi warga sekitar,” katanya
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang yang menyatakan telah terjadi pencemaran lingkungan akibat aktivitas usaha tersebut.
Oleh karena itu, seluruh informasi yang berkembang masih menunggu verifikasi dan tindak lanjut dari pihak terkait.
Penulis : Team/red





