Alor, NTT — Sebuah surat haru dari seorang siswi di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepada Presiden RI Prabowo Subianto berbuah perhatian nyata. Keluhan mengenai kondisi sekolah yang rusak dan minim fasilitas akhirnya mendapat respons, dan proses perbaikan pun mulai dilakukan.

Dalam surat yang ditulisnya, siswi tersebut menceritakan kondisi ruang kelas yang mengalami kerusakan, atap bocor saat hujan, serta keterbatasan sarana belajar yang menghambat kegiatan belajar mengajar. Ia menyampaikan harapan agar pemerintah dapat membantu memperbaiki sekolah mereka demi masa depan pendidikan yang lebih baik.

Surat itu kemudian menjadi perhatian dan diteruskan kepada pihak terkait. Tidak lama berselang, pemerintah bersama instansi terkait melakukan peninjauan langsung ke lokasi sekolah. Hasilnya, perbaikan fasilitas mulai dikerjakan, termasuk rehabilitasi ruang kelas dan pembenahan sarana pendukung lainnya.

Pemerintah daerah menyampaikan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan seperti Alor. “Kami ingin memastikan anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman,” ujar salah satu pejabat setempat.

Kisah ini menjadi bukti bahwa suara pelajar dari daerah dapat didengar hingga ke tingkat nasional. Harapan pun tumbuh di kalangan siswa dan guru agar perhatian terhadap infrastruktur pendidikan terus berlanjut, sehingga pemerataan kualitas pendidikan benar-benar terwujud di seluruh pelosok negeri.

Loading