PANDEGLANG|sergap24.com – Potret memprihatinkan terlihat di SDN 1 Ciodeng, Desa Ciodeng, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang. Di tengah alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang rutin dikucurkan setiap tahun, kondisi bangunan sekolah justru menunjukkan tanda-tanda kurangnya perawatan serius.
Ruang-ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi siswa, tampak jauh dari standar kelayakan. Keramik pecah dan retak, plafon berlubang, cat dinding kusam, hingga jendela tanpa kaca menjadi pemandangan sehari-hari. Beberapa ruangan bahkan lebih menyerupai gudang daripada ruang belajar.
Ironisnya, sekolah ini menampung lebih dari 200 siswa. Dengan jumlah tersebut, Dana BOS yang diterima setiap tahun seharusnya cukup untuk menunjang operasional dan pemeliharaan fasilitas dasar. Namun fakta di lapangan menimbulkan pertanyaan yang tak bisa diabaikan: apakah alokasi anggaran benar-benar digunakan secara optimal untuk kebutuhan prioritas sekolah?
Publik menilai kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut tanggung jawab moral dalam pengelolaan dana pendidikan. Dana BOS adalah anggaran negara yang bersumber dari uang rakyat, diperuntukkan bagi kepentingan siswa. Ketika fasilitas dasar tampak terbengkalai, wajar jika muncul desakan agar dilakukan audit dan evaluasi menyeluruh.
Upaya konfirmasi kepada pihak sekolah belum menghasilkan penjelasan rinci terkait penggunaan anggaran, khususnya pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana. Hingga kini belum ada paparan terbuka mengenai rincian realisasi Dana BOS yang dapat menjawab keresahan masyarakat.
Situasi ini memunculkan tuntutan agar pihak terkait, termasuk instansi berwenang di bidang pendidikan, turun tangan melakukan penelusuran secara objektif dan transparan. Klarifikasi terbuka diperlukan bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memastikan bahwa pengelolaan dana pendidikan benar-benar tepat sasaran.
Masyarakat berharap persoalan ini tidak berhenti pada sorotan semata. Jika pengelolaan sudah sesuai aturan, maka keterbukaan data akan menjadi jawaban. Namun jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan harus segera dilakukan. Yang dipertaruhkan bukan hanya anggaran, melainkan masa depan ratusan siswa yang berhak mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan aman.
Penulis : Team/red





