PANDEGLANG|Wartanusantara7.com – Sabtu (14/02/2026) Kondisi bangunan SDN Karangsari 2 di Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, memantik sorotan tajam publik. Sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan serius yang dinilai membahayakan keselamatan siswa dan guru, sekaligus memunculkan pertanyaan besar terkait pengelolaan anggaran perawatan sekolah.
. 
Pantauan langsung awak media di lokasi menunjukkan plafon beberapa ruang kelas dalam kondisi jebol. Ironisnya, pada bagian atap yang rusak bahkan tampak ditumbuhi rumput liar—indikasi kuat bahwa kebocoran telah berlangsung lama tanpa penanganan maksimal. Di sisi lain, kaca jendela yang pecah hanya ditutup potongan kayu seadanya, mencerminkan perbaikan darurat yang tak kunjung diselesaikan.
Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan tampilan fisik bangunan. Kerusakan plafon berpotensi ambruk sewaktu-waktu, sementara jendela tanpa kaca meningkatkan risiko cedera serta mengganggu kenyamanan belajar. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius, mengingat sekolah dasar merupakan fasilitas vital tempat anak-anak menempuh pendidikan setiap hari.
Sebagai sekolah negeri, SDN Karangsari 2 semestinya memperoleh alokasi dana operasional dan pemeliharaan rutin, baik melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun pos anggaran perawatan lainnya. Namun, minimnya perbaikan yang terlihat di lapangan memicu tanda tanya: apakah anggaran perawatan telah direncanakan dan direalisasikan secara tepat sasaran?
Sejumlah warga Kecamatan Angsana menilai, kerusakan tidak mungkin terjadi secara tiba-tiba. Mereka mempertanyakan fungsi pengawasan internal serta monitoring dari dinas terkait. “Kalau pengawasan berjalan, seharusnya tidak sampai separah ini. Ini menyangkut keselamatan anak-anak,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SDN Karangsari 2 dengan mendatangi kediamannya. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan mengenai kondisi bangunan maupun realisasi anggaran perawatan sekolah.
Masyarakat mendesak agar dinas pendidikan Kabupaten Pandeglang segera turun tangan melakukan inspeksi menyeluruh. Evaluasi transparan dinilai penting untuk memastikan standar kelayakan bangunan terpenuhi serta mencegah potensi risiko yang dapat membahayakan siswa.
Kini publik menanti langkah konkret dari pihak sekolah maupun instansi terkait. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut bukan hanya mencerminkan lemahnya perawatan, tetapi juga berpotensi mencederai hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan di lingkungan yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Penulis : Redaksi





