PANDEGLANG|Wartanusantara7.com – Kondisi SDN Curugciung 3 kian memprihatinkan. Gedung sekolah di Desa Curugciung, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, rusak parah. Keramik lantai terkelupas, plafon bolong, dinding retak, cat memudar, dan jendela tanpa kaca.
Media Wartanusantara7.com menemukan fakta yang menimbulkan dugaan carut marut pengelolaan sekolah. PLT Kepala Sekolah Sartono mengaku Dana BOS yang seharusnya digunakan untuk pemeliharaan dan operasional dialihkan untuk membayar hutang kepala sekolah sebelumnya. “Dana BOS dipakai membayar hutang Pak Bowo yang sudah pensiun, total Rp 8 jutaan, tinggal Rp 1 juta,” ujarnya.
Pengakuan ini memunculkan pertanyaan serius tentang akuntabilitas penggunaan Dana BOS. Anggaran publik yang setiap tahun dikucurkan pemerintah seharusnya digunakan untuk sarana dan prasarana serta kegiatan belajar siswa, bukan untuk membayar utang pribadi.
Sartono menambahkan bahwa bangunan sekolah dibangun sejak 2007 dan kerusakan melebihi kapasitas pemeliharaan rutin. Namun, kenyataan lapangan menunjukkan tidak ada upaya perbaikan nyata, dan kondisi gedung tetap membahayakan keselamatan siswa dan guru.
“Kalau Dana BOS dari tahun 2023–2025 dikelola dengan benar, gedung tidak akan separah ini,” tegas Jaka Somantri, Pimpinan Redaksi Media Wartanusantara7.com.
Kasus ini menyoroti dugaan carut marut pengelolaan sekolah, mulai dari pengalihan Dana BOS, kurangnya transparansi, hingga tidak adanya pemeliharaan rutin yang memadai. Anak-anak yang menempuh pendidikan di SDN Curugciung 3 terpaksa belajar di gedung yang rusak dan rawan membahayakan keselamatan mereka.
Media Wartanusantara7.com mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang dan pihak sekolah untuk memberikan klarifikasi resmi. Jika dugaan pengalihan dana dan kelalaian pengelolaan terbukti, pihak terkait dapat menghadapi sorotan hukum dan publik yang serius.”Team/red)





