PANDEGLANG|Wartanusantara7.com –Sorotan terhadap kondisi bangunan SDN Karangsari 2 di Kecamatan Angsana semakin menguat. Setelah terungkapnya kerusakan plafon jebol dan jendela pecah yang dibiarkan tanpa perbaikan permanen, kini mencuat dugaan lemahnya pengawasan dari pihak terkait.

Sejumlah warga menilai, kerusakan yang terjadi bukan persoalan baru. Kondisi atap yang bocor hingga ditumbuhi rumput menunjukkan indikasi pembiaran dalam waktu cukup lama. Minimnya respons perbaikan memunculkan pertanyaan serius: di mana fungsi kontrol dan monitoring dari pihak sekolah maupun instansi pendidikan setempat?

“Kerusakan seperti ini tidak mungkin terjadi dalam hitungan minggu. Artinya ada yang luput dari pengawasan,” ujar salah satu Pemuda Kecamatan Angsana.

Sebagai sekolah negeri, SDN Karangsari 2 berada dalam sistem pengawasan berjenjang—mulai dari kepala sekolah, pengawas sekolah, hingga dinas pendidikan kabupaten. Secara administrasi, setiap satuan pendidikan diwajibkan melakukan pelaporan kondisi sarana prasarana secara berkala. Jika laporan berjalan sebagaimana mestinya, kerusakan berat seharusnya dapat terdeteksi dan ditangani lebih dini.

Fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Beberapa ruang kelas dalam kondisi tidak layak, sementara aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi risiko keselamatan siswa dan guru.

Dugaan kurangnya pengawasan juga menyentuh aspek penggunaan anggaran pemeliharaan. Publik mempertanyakan apakah dana perawatan rutin telah dialokasikan dan digunakan sesuai kebutuhan prioritas. Transparansi laporan realisasi anggaran dinilai menjadi kunci untuk menjawab kecurigaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah terkait langkah konkret penanganan kerusakan maupun klarifikasi soal mekanisme pengawasan internal.

Masyarakat mendesak agar dinas pendidikan Kabupaten Pandeglang segera melakukan audit fisik dan administrasi secara terbuka. Evaluasi menyeluruh dianggap penting untuk memastikan tidak ada kelalaian sistemik yang berdampak pada keselamatan peserta didik.

Kerusakan bangunan sekolah bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan komitmen terhadap mutu pendidikan. Jika pengawasan lemah dan perbaikan terus tertunda, yang dipertaruhkan bukan hanya fasilitas, tetapi juga masa depan generasi muda di Kabupaten Pandeglang.

Penulis : Redaksi