PANDEGLANG|Wartanusantara7.com – Kondisi fisik SMPN Pulosari 2 di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menuai sorotan tajam. Berdasarkan hasil kunjungan tim media Wartanusantara7.com pada Senin (16/02/2026), ditemukan sejumlah fasilitas sekolah yang dinilai tidak layak dan diduga luput dari pemeliharaan.
Halaman sekolah yang seharusnya menjadi ruang aktivitas siswa terlihat tidak terawat. Bagian tengah yang biasa digunakan sebagai titik pelaksanaan upacara bendera pun dinilai tidak representatif. Permukaan tanah yang kurang rata dan kondisi lingkungan yang tampak kumuh menimbulkan pertanyaan mengenai standar kelayakan sarana pendidikan.
Tidak hanya itu, sejumlah bangunan tampak kusam dengan cat yang memudar dan beberapa bagian tembok yang terlihat tidak terawat. Kondisi ini memunculkan dugaan lemahnya pengelolaan dan pengawasan terhadap perawatan fasilitas sekolah.
Sorotan mengarah pada pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang dalam ketentuannya dapat digunakan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana. Publik mempertanyakan sejauh mana alokasi dana tersebut direalisasikan untuk perawatan fisik sekolah.
“Secara kasat mata, kondisi ini memprihatinkan. Jika ada anggaran pemeliharaan, seharusnya terlihat perawatan rutin, minimal pengecatan dan perapihan halaman,” ujar salah satu tim media di lokasi.
Seorang warga setempat berinisial OL yang ditemui di sekitar lokasi mengaku kecewa dengan kondisi tersebut.
“Dari depan dan samping memang terlihat cukup baik. Tapi kalau dilihat dari belakang dan bagian tengah tempat upacara, sangat tidak layak. Kami yang tinggal di sekitar sini merasa prihatin,” ungkapnya.
Warga berharap Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera melakukan inspeksi langsung guna memastikan kondisi riil di lapangan. Transparansi pengelolaan anggaran dan evaluasi kelayakan bangunan dinilai penting demi menjamin kenyamanan dan keselamatan siswa-siswi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepala sekolah belum memberikan tanggapan resmi atas upaya konfirmasi yang dilakukan media. Redaksi Wartanusantara7.com menegaskan tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak sekolah maupun instansi terkait guna menjaga prinsip keberimbangan informasi.
Penulis : Dedeh





