LEBAK|Wartanusantara7.com – Cepi Umbara, Kabiro Hukum Pendekar Banten sekaligus Korcam Wanasalam, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Ia menilai operasional dapur MBG di wilayah tersebut tidak berjalan optimal dan mengindikasikan adanya dugaan pemangkasan anggaran.
Dalam keterangannya, Cepi menyebut temuan itu bukan sekadar asumsi. Ia mengaku menerima banyak laporan dari wali murid serta masyarakat yang mempertanyakan kualitas dan kuantitas makanan yang dibagikan kepada siswa penerima manfaat.
“Ini bukan isu kecil. Kami menerima banyak laporan dan sudah melakukan pantauan langsung. Kondisi di lapangan memprihatinkan dan patut diduga ada yang tidak beres dalam pengelolaannya,” tegas Cepi.
Sorotan utama tertuju pada kualitas menu yang dinilai jauh dari standar gizi yang semestinya. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan pihaknya, nilai makanan yang diterima siswa selama tiga hari berturut-turut diperkirakan hanya sekitar Rp20.000. Angka tersebut disebut sangat tidak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah pusat untuk mendukung program MBG.
“Jika benar anggaran yang ditetapkan lebih besar, lalu di lapangan hanya terealisasi seperti ini, maka patut diduga ada pemangkasan. Ini menyangkut hak anak-anak dan kepercayaan masyarakat terhadap program negara,” ujarnya.
Perwakilan wali murid yang turut hadir juga menyampaikan keprihatinan serupa. Mereka mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap pengelola dapur MBG di Wanasalam.
“Kami meminta kepolisian memanggil dan memeriksa seluruh pihak terkait. Jika terbukti ada pemangkasan anggaran, proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegas salah satu perwakilan wali murid.
Cepi Umbara menambahkan, persoalan ini bukan hanya soal kualitas makanan, melainkan soal integritas dan tanggung jawab dalam pengelolaan dana publik. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran negara harus dipertanggungjawabkan secara transparan.
Masyarakat berharap aparat dapat bertindak cepat dan profesional agar polemik ini tidak berlarut-larut. Mereka juga menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Wanasalam, agar tujuan awal program—meningkatkan kualitas gizi siswa dan masyarakat—benar-benar tercapai, bukan justru menimbulkan kekecewaan.
Reporter : Roni Sukroni





