PANDEGLANG, BANTEN|Wartanusantara7.com – Organisasi Pendekar Banten Korcam Cikesik melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Cikruh Watan, Kampung Malang Sari, RT 03/RW 04, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Mereka menilai pengelolaan dapur MBG di wilayah tersebut tidak sesuai standar dan diduga menyimpang dari ketentuan anggaran pemerintah pusat.
Program MBG yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia itu sejatinya dirancang untuk menjamin asupan gizi anak-anak sekolah dasar secara layak dan berkelanjutan. Namun, berdasarkan laporan sejumlah wali murid SD Ciwet 2, Babakan Bandung, realisasi di lapangan disebut jauh dari harapan.
Pendekar Banten Korcam Cikesik mengungkapkan bahwa menu MBG diduga hanya diberikan dua kali dalam sepekan. Lebih mengejutkan lagi, estimasi biaya yang dikeluarkan disebut hanya sekitar Rp20.000 per minggu untuk dua kali pemberian makanan. Angka tersebut dinilai tidak masuk akal dan sangat jauh dari alokasi anggaran yang telah ditetapkan pemerintah pusat untuk setiap siswa penerima manfaat.
“Program ini menyangkut hak dasar anak-anak untuk mendapatkan asupan gizi yang layak. Jangan sampai dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas perwakilan organisasi tersebut.
Mereka menilai, jika benar terjadi pemangkasan anggaran atau penyimpangan pengelolaan dana, maka hal tersebut berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya Pasal 27 dan Pasal 35 yang mengatur sanksi pidana bagi pelaku penyalahgunaan keuangan negara.
Pendekar Banten Korcam Cikesik pun mendesak aparat kepolisian di Kabupaten Pandeglang untuk segera mengambil langkah konkret dengan memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan dapur MBG di Desa Cikruh Watan.
Mereka menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Harapannya, kasus ini menjadi peringatan keras agar pelaksanaan program strategis pemerintah, khususnya di Provinsi Banten, benar-benar berjalan transparan, tepat sasaran, dan tidak menyimpang dari tujuan utamanya: menyehatkan generasi bangsa.”(Team/red)





