LEBAK|Wartanusantara7.com – Polemik dugaan pembakaran sampah di sekitar Dapur MBG SPPG Lebak Keusik Banjarsari terus menuai perhatian. Pernyataan berbeda pun muncul dari pihak internal terkait sumber sampah yang dibakar di pinggir jalan instalasi irigasi saluran Cibuntu, Kampung Cibuntu, Desa Lebak Keusik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten.
. 
Dalam pemberitaan sebelumnya, Amsori yang mengaku sebagai security dapur MBG membenarkan bahwa sampah yang dibakar di lokasi tersebut berasal dari aktivitas dapur MBG.
“Memang betul dibakar di situ,” ujar Amsori kepada awak media saat ditemui di lokasi.
Keterangan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena lokasi pembakaran berada di area terbuka pinggir jalan umum dan dekat saluran irigasi yang diduga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan serta mengganggu kesehatan warga dan pengguna jalan.
Namun berbeda halnya dengan penjelasan Ibu Lilis selaku Mitra Dapur MBG. Saat memberikan klarifikasi kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Ibu Lilis membantah bahwa sampah yang dibakar merupakan limbah utama dapur MBG.
“Wr.wb, tks informasinya. Untuk limbah dapur SPPG tersebut diambil oleh mobil sampah setiap 3 hari sekali, kemudian SPPG tersebut tersedia IPAL. Adapun pembakaran sampah tersebut bukan dari limbah dapur, tapi pembakaran dari sisa jajanan,” tulis Ibu Lilis kepada awak media.
Dalam keterangannya, Ibu Lilis juga mengaku pihaknya telah beberapa kali mengingatkan agar tidak melakukan pembakaran sampah di lokasi tersebut.
“Dan itu pun sudah berkali-kali kami sarankan untuk tidak bakar di tempat itu,” lanjutnya.
Selain itu, Ibu Lilis menyebut dirinya merupakan pemerhati lingkungan dan mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Kalau abdi selaku pemerhati lingkungan bahkan tidak segan mengajak kepada sekelilingnya untuk cintai lingkungan, pahami kalimat yang ini ya,” pungkasnya.
Meski telah memberikan klarifikasi, perbedaan pernyataan antara security dapur MBG dan pihak Mitra Dapur kini menjadi perhatian publik. Awak media masih terus melakukan penelusuran lebih lanjut terkait sistem pengelolaan limbah dan dugaan pembakaran sampah di lokasi tersebut.
Masyarakat berharap adanya evaluasi dan pengawasan dari instansi terkait agar pengelolaan limbah di lingkungan dapur MBG dilakukan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan maupun lingkungan sekitar.”(Jaka S.)





