PANDEGLANG|Wartanusantara7.com –Berdasarkan informasi yang beredar dari banyaknya obrolan tentang adanya seorang bidan yang dianggap suka menolong terhadap masyarakat serta tidak pernah membeda-bedakan status sosial pasiennya, hal ini terjadi pada Praktik Bidan IIN RAPITIANI, A.Md.KEB dengan SIPB NO : 503/790/SIPB.1-DPMPTSP/2018 yang berlokasi di Desa Cimoyan Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

SRI (45) seorang pasien kepada wartawan mengatakan pengalamannya, bahwa adanya seorang Bidan yang mempunyai jiwa sosial besar, sopan, ramah, peduli dan profesional.

“Ia Pak saya pernah berobat ke Bidan IIN RAPITIANI, menurut saya ia itu adalah Bidan terbaik yang pernah saya temui selama saya berobat, karena selain ramah, sopan, baik serta profesional, ia juga dinilai mempunyai jiwa sosial yang besar, karena saya pernah melihat ada beberapa pasien yang meminta pelayanan dalam kondisi sulit tetap di layani dengan baik olehnya, dan yang membuat saya kagum terhadap Ibu Bidan IIN RAPITIANI itu, ia tidak pernah memberikan tarif kepada semua pasiennya, atau hanya di bayar se ikhlasnya oleh para pasien, maka dari itu praktik bidan tersebut setiap harinya selalu dikunjungi oleh pasien baik dari masyarakat setempat atau luar dari Desa Cimoyan,” ungkap SRI (31/05/26).

Selanjutnya Bidan IIN RAPITIANI setelah dikonfirmasi lewat pesan WhatsAppnya mengungkapkan, bahwa dirinya hanya melaksanakan sumpah sebelum menjadi pelayan kesehatan atau bidan. “Dalam sumpah kebidanan hal yang paling utama kami harus siap dan ikhlas, bidan harus siap dan mampu menjadi jembatan antara kearifan lokal dan ilmu medis modern, tanpa menghakimi, namun tetap mengedukasi. Harus dengan hati untuk memberikan kekuatan dan bertahan di setiap situasi serta kondisi.

Peran kami selaku bidan juga harus membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan,” paparnya.

Selain itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang (Hj. Eniyati, SKM., M.Kes.) lewat pesan WhatsAppnya memberikan apresiasi serta sangat mendukung penuh kepada praktik bidan IIN RAPITIANI yang di nilai mempunyai jiwa sosial besar berdasarkan informasi yang beredar.

Karena sesungguhnya etika profesi bidan harus di junjung tinggi, karena setiap keputusan yang di ambil berkaitan langsung dengan nyawa manusia. Hal ini menunjukkan bahwa menjadi bidan bukan pekerjaan yang bisa dijalani dengan setengah hati.

Selain itu, peran sosial bidan juga harus terlihat dan terbukti dalam upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Pada akhirnya, menjadi bidan adalah tentang keseimbangan antara nurani dan tanggung jawab.

Menjadi tenaga kesehatan berarti siap mengabdikan diri, belajar seumur hidup, dan hadir sepenuh hati bagi sesama.

Terakhir, intinya saya sangat mengapresiasi kepada Bidan IIN RAPITIANI yang telah memberikan contoh bagi semua orang terutama bagi orang yang berprofesi sebagai bidan,” pungkasnya.”(Team/red)