PANDEGLANG|Wartanusantara7.com – Seorang warga Desa Padaherang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, mengeluhkan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram yang diduga cepat habis meski baru digunakan beberapa menit. Peristiwa tersebut menimbulkan tanda tanya dan harapan agar pihak terkait segera melakukan pengecekan.

Kepada wartawan, Jumat (17/7/2026), warga yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengaku mengalami kejadian yang tidak biasa saat memasak pada pagi hari.

Menurut pengakuannya, tabung gas yang sedang digunakan habis, kemudian diganti dengan tabung baru. Namun, sekitar 15 menit setelah dipasang, tabung tersebut kembali dinyatakan kosong sehingga tidak dapat digunakan lagi.

“Saya sedang memasak, tabung yang lama habis lalu saya ganti dengan tabung yang baru. Anehnya, baru sekitar 15 menit dipakai, gasnya sudah habis lagi. Padahal tabung itu baru saya buka. Saya merasa heran dan bertanya-tanya kenapa bisa secepat itu habis, dan saya beli tabung tersebut di orang yang ngampas” ujarnya.

Warga tersebut juga menyebutkan, pada bagian tutup tabung elpiji tercantum identitas PT Pajar Sidiq Nurhidayah, beralamat di Jalan AMD Lintas Timur, Kampung Petir Pasir Cikole, RT/RW 01/014 008, Pandeglang, Banten.

Atas kejadian tersebut, warga berharap ada pemeriksaan dari pihak terkait, baik terhadap kondisi tabung maupun isi gas elpiji, guna memastikan apakah terdapat kendala teknis, kebocoran, atau penyebab lain yang mengakibatkan gas cepat habis.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Pajar Sidiq Nurhidayah belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi dan tetap membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Selain itu, pihak Pertamina maupun instansi yang berwenang diharapkan dapat melakukan pengecekan di lapangan guna memberikan kepastian kepada masyarakat terkait kualitas dan keamanan tabung elpiji bersubsidi yang beredar.

 

Penulis : Team/red