PANDEGLANG|Wartanusantara7.com – Ketua Umum Ormas PERPAM, H. Ade Imanudin, S.H., menyoroti terpilihnya Wakil Bupati Pandeglang sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Pandeglang periode 2026–2030.

Menurutnya, kondisi tersebut patut menjadi bahan evaluasi bersama dalam rangka memperkuat regenerasi kepemimpinan pemuda di Kabupaten Pandeglang.

“Kami menghormati mekanisme organisasi yang telah berjalan. Namun, kami juga memiliki hak untuk menyampaikan pandangan bahwa Karang Taruna seharusnya menjadi ruang kaderisasi bagi generasi muda. Kabupaten Pandeglang memiliki banyak pemuda yang berpotensi dan layak diberi kesempatan memimpin,” ujar H. Ade Imanudin kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).

Ia menilai, hadirnya pejabat aktif sebagai pimpinan organisasi kepemudaan dapat menimbulkan beragam persepsi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, penting bagi organisasi untuk tetap menjaga independensi, profesionalisme, serta semangat kaderisasi.

“Yang kami soroti bukan sosoknya, melainkan pentingnya menjaga fungsi Karang Taruna sebagai wadah pembinaan, pengembangan, dan regenerasi pemuda. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kesempatan memimpin bagi kader muda semakin terbatas,” katanya.

Menurut H. Ade Imanudin, Kabupaten Pandeglang memiliki banyak pemuda yang aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, pendidikan, maupun kegiatan sosial.
Oleh karena itu, ia menilai potensi tersebut perlu terus diberikan ruang untuk berkembang melalui proses kaderisasi yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan.

PERPAM juga mengingatkan bahwa Karang Taruna merupakan organisasi sosial kepemudaan yang memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi generasi muda. Karena itu, semangat regenerasi dinilai perlu terus dijaga agar organisasi mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang mandiri, berintegritas, dan berdaya saing.

Lebih lanjut, H. Ade Imanudin berharap kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Pandeglang periode 2026–2030 dapat menjalankan organisasi secara profesional dan inklusif, serta memberikan ruang yang luas bagi partisipasi seluruh pemuda tanpa membedakan latar belakang organisasi maupun afiliasi.

“Kritik yang kami sampaikan merupakan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat dalam negara demokrasi. Tujuannya semata-mata agar proses kaderisasi pemuda di Kabupaten Pandeglang semakin baik dan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan,” pungkasnya.

 

Penulis : Team/red