PANDEGLANG|Wartanusantara7.com — Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama masyarakat Desa Padaherang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, Banten. Bersama pemerintah desa, warga bahu-membahu memperbaiki jembatan penghubung Peteuy–Kaweni yang ambruk akibat banjir beberapa minggu lalu.
. 
Kegiatan yang digelar pada Rabu (29/04/2026) tersebut dipimpin langsung oleh pemerintah desa melalui kepala dusun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta RT/RW setempat. Kolaborasi ini mencerminkan kekompakan antara aparat desa dan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat infrastruktur.
.

brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 46;
Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi lima kampung, yakni Kampung Kaweni, Kampung Peteuy, Kampung Laban, Kampung Dalumpit, dan Kampung Kihara. Kerusakan jembatan membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari mobilitas ekonomi hingga akses pendidikan.
Karena tak kunjung ada kepastian perbaikan dari pemerintah, warga akhirnya mengambil inisiatif. Perbaikan dilakukan secara swadaya dengan dukungan dana dari pemerintah desa, masyarakat, serta pengusaha lokal, sembari menunggu realisasi anggaran dari pemerintah daerah.
“Kalau menunggu pembangunan dari pemerintah, kami tidak tahu sampai kapan. Sementara jembatan ini sangat dibutuhkan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Meski telah diperbaiki secara darurat, kondisi jembatan masih jauh dari kata aman. Kendaraan roda empat belum dapat melintas, sementara roda dua harus ekstra hati-hati melewati jembatan kayu yang licin, terutama saat hujan.
Agustian mengingatkan bahwa kondisi ini sangat berisiko, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
“Motor saja harus pelan karena licin. Kalau hujan, sangat berbahaya. Padahal anak-anak sekolah lewat sini setiap hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, gotong royong yang dilakukan bukan sekadar memperbaiki jembatan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama di tengah minimnya perhatian.
Di sisi lain, kondisi ini turut menyoroti lambannya respons pemerintah kecamatan maupun kabupaten dalam menangani infrastruktur darurat. Hingga kini, belum ada kepastian terkait pembangunan jembatan permanen.
Kepala Desa Padaherang, Ade Irawan, menegaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan perbaikan jembatan kepada pemerintah terkait.
“Kami pemerintah desa sudah mengusulkan agar jembatan ini segera dibangun. Dengan kebersamaan masyarakat, insya Allah ke depan Desa Padaherang akan lebih maju,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum kondisi ini memicu kecelakaan. Mereka menegaskan bahwa infrastruktur dasar seperti jembatan bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak masyarakat yang harus dipenuhi tanpa harus menunggu aksi swadaya.”(Jaka S.)





