LEBAK|Wartanusantara7.com – Dugaan pembakaran limbah sampah bekas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini, aktivitas pembakaran limbah diduga terjadi di pinggir jalan instalasi irigasi saluran Cibuntu, Kampung Cibuntu, Desa Lebak Keusik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (11/05/2026).
. 
Berdasarkan hasil pantauan awak media Wartanusantara7.com di lokasi, asap pembakaran limbah sampah bekas dapur MBG diduga menimbulkan pencemaran lingkungan dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar serta para pengguna jalan yang melintas.
. 
Lokasi pembakaran yang berada di area pinggir jalan umum dan dekat saluran irigasi dinilai sangat memprihatinkan. Selain mengganggu kenyamanan pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat, asap hasil pembakaran juga berpotensi mencemari udara di lingkungan sekitar.
Awak media kemudian mendatangi dapur MBG dengan Nomor ID: TNK9T6UA SPPG Lebak Keusik Banjarsari guna meminta hak jawab dan klarifikasi dari pihak pengelola. Namun, awak media hanya ditemui oleh seorang pria bernama Amsori yang mengaku sebagai security dapur MBG.
Menurut pengakuan Amsori, Kepala SPPG saat itu sedang beristirahat dan belum dapat ditemui.
“Kalau kepala SPPG-nya lagi istirahat, paling sore bisa ditemui,” ujar Amsori kepada awak media.
Amsori juga membenarkan adanya aktivitas pembakaran limbah sampah di lokasi tersebut.
“Memang betul dibakar di situ,” ungkapnya.
Ia juga menyebut dapur MBG tersebut baru berjalan sekitar dua minggu dan Kepala SPPG diketahui bernama Putra.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Putra selaku Kepala SPPG memberikan tanggapan singkat terkait persoalan tersebut.
“Siap bg, terimakasih atas masuknya. Jadi bahan evaluasi bagi kami. Terimakasih atas saranya dan masukannya. Mudah-mudahan bisa menjadi bagian dari bahan evaluasi kami agar ke depan lebih baik,” tulis Putra melalui pesan WhatsApp.
Meski demikian, Putra belum memberikan penjelasan secara rinci terkait sistem pengelolaan limbah maupun alasan pembakaran sampah dilakukan di pinggir jalan instalasi irigasi.
Hingga berita ini ditayangkan, Lilis selaku Mitra Dapur dan Rizky selaku Aslap belum memberikan keterangan maupun tanggapan resmi terkait dugaan pembakaran limbah sampah tersebut.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi dan pengawasan agar pengelolaan limbah dapur MBG dilakukan sesuai aturan serta tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan warga sekitar.”( Jaka S.)





