PANDEGLANG|Wartanusantara7.com – Proyek revitalisasi SMP IT Nurul Yaqin Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, senilai Rp2,3 miliar yang bersumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali menuai sorotan.

Setelah sebelumnya muncul dugaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis serta minimnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kini lemahnya pengawasan proyek juga menjadi perhatian publik.

Berdasarkan hasil pantauan awak media di lokasi pekerjaan, sejumlah aktivitas proyek diduga berjalan tanpa pengawasan maksimal dari pihak terkait. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai dugaan pelanggaran teknis di lapangan.

Beberapa pekerja terlihat tetap bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Bahkan, aktivitas pekerjaan di ketinggian diduga masih dilakukan tanpa perlengkapan safety yang memadai.

Selain itu, dugaan pekerjaan pondasi yang tidak menggunakan lantai kerja sebelum pemasangan batu pondasi juga memunculkan pertanyaan besar terkait fungsi pengawasan teknis di lapangan.

“Kalau pengawasan berjalan maksimal, seharusnya hal-hal seperti ini bisa dicegah sejak awal. Jangan sampai proyek negara terkesan dibiarkan berjalan tanpa kontrol,” ujar salah satu warga yang turut memantau pekerjaan tersebut.

Minimnya pengawasan juga memunculkan dugaan adanya pembiaran terhadap pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi. Padahal, proyek revitalisasi sekolah seharusnya mengutamakan kualitas bangunan karena menyangkut fasilitas pendidikan dan keselamatan siswa.

Publik pun mempertanyakan sejauh mana peran pengawas lapangan, konsultan pengawas, maupun pihak pelaksana dalam memastikan mutu pekerjaan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Jika pengawasan dilakukan secara ketat dan profesional, dugaan pelanggaran teknis maupun pengabaian standar keselamatan kerja diyakini tidak akan terjadi secara berulang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan lemahnya pengawasan dalam pekerjaan revitalisasi tersebut.

Masyarakat berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh agar proyek yang menggunakan anggaran negara itu tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.